PANDUAN PENYUSUNAN TES
KETERAMPILAN OLAHRAGA
Kriteria Tes Keterampilan Olahraga
Kriteria tes keterampilan olahraga yang baik adalah:
a) Tes keterampilan harus mengukur kemampuan yang penting.
b) Bentuk tes keterampilan dan teknik yang dilakukan harus mendekati atau sama dengan situasi permainan yang sesungguhnya.
c) Tes keterampilan harus mendorong bentuk permainan yang baik.
d) Tes keterampilan harus hanya melibatkan satu orang saja.
e) Tes keterampilan harus dapat membedakana tingkat kemampuan.
f) Tes keterampilan harus menunjang penskoran yang baik.
g) Tes keterampilan harus dapat dinilai sebagian dengan menggunakan statistik.
h) Tes keterampilan harus memberikan cukup percobaan.
i) Tes keterampilan harus memberikan makna untuk interpretasi penampilan.
j) Variabel-variabel yang tidak ada hubungannya dengan tes dibatasi seminim mungkin.
k) Tes yang digunakan harus memenuhi prinsip-prinsip validitas, reliabilitas, dan obyektifitas.
Langkah-langkah Pembuatan Tes Keterampilan Olahraga.
(1) Tentukan Tujuan Dibuatnya suatu Tes
(2) Identifikasi Kemampuan yang Akan diukur.
(3) Memilih butir tes gerak.
(4) Fasilitas dan Peralatan.
(5) Laksanakan Satu Studi Percobaan dan Revisi Butir Tes.
(6) Pilih Subyek yang Akan digunakan.
(7) Tentukan Kesahihan Butir-butir Tes.
(8) Tentukan Keterandalan Butir Tes.
(9) Menentukan Norma yang Dipakai.
(10) Membuat Panduan Tes.
CONTOH
PROSEDUR PENYUSUNAN
TES KETERAMPILAN OLAHRAGA
1. Tujuan:
Ingin menyusun tes keterampilan bermain sepak takraw bagi siswa SD peserta ekstra kurikuler.
2. Identifikasi Kemampuan yang Akan Diukur.
| No | Komponen Keterampilan Sepak Takraw | Frekuensi | Rating (urutan seringnya muncul) |
| 1 | a. Service | IIII IIII IIII | 3 |
| 2 | b. Menimang | IIII IIII IIII III | 2 |
| 3 | c. Passing | IIII IIII IIII IIII III | 1 |
| 4 | d. Smash | IIII IIII II | 4 |
| 5 | e. Block | IIII III | 5 |
3. Memilih Butir Gerak:
a) Passing
b) Menimang
c) Service
4. Fasilitas dan Peralatan:
a) Lapangan sepak takraw
b) Bola takraw
c) Jaring
d) Tali pembatas
e) Kapur
f) Meteran
5. Laksanakan Percobaan dan Revisi Butir Tes.
Tes passing, menimang dan service sepak takraw dilakukan pada peserta ekstra kurikuler siswa SD Gondanglegi Wetan I & II Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.
6. Pilih Subjek yang Digunakan.
Subjek yang digunakan adalah siswa siswa SD Gondanglegi Wetan I & II Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.
7. Tentukan Validitas Butir Tes.
Validitas tes yang digunakan adalah membandingkan hasil tes buatan guru dengan penilaian juri (3 orang).
8. Tentukan Reliabilitas Butir Tes.
Reliabilitas instrumen yang digunakan adalah dengan cara tes ulang, yang dilakukan dengan cara setiap testi melakukan tes sebanyak dua kali ulangan. Hasil tes pertama dan kedua dikorelasikan untuk memperoleh reliabilitas.
9. Membuat Norma.
Instrumen ini merupakan instrumen yang disusun guru, sebagai instrumen yang baru, maka norma yang digunakan adalah; penilaian acuan norma (PAN), prinsip dasar yang digunakan adalah menggunakan kurve normal, dan pembagian yang dilakukan didasarkan pada simpangan baku.
10. Buat Panduan Tes.
a) Panduan untuk tes menimang bola.
b) Panduan untuk tes passing.
c) Panduan untuk tes service.
CONTOH PANDUAN TES KETERAMPILAN
LAMPIRAN 1
INSTRUMEN PENELITIAN
TES KETERAMPILAN SEPAKTAKRAW
1. Menimang Bola
a. Tujuan:
Tes ini untuk mengukur keterampilan menimang bola
b. Alat dan perlengkapan:
1) Stopwatch 2) Alat-alat tulis
3) Bola takraw 4) Lapangan
c. Sasaran : Tes ini berlaku untuk anak-anak usia 10-15 tahun
d. Validitas : Validitas tes berupa Content validity
f. Reliabilitas:
Reliabilitas yang digunakan adalah tes ulang (test re-test)
g. Prosedur Pelaksanaan:
1) Petugas:
Seorang penghitung waktu dan pencatat skor.
Gambar 1 Tes Keterampilan Menimang
Sumber: Muhammad Suhud, Sepaktakraw (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), p. 13.
2) Pelaksanaan Tes:
Testi berdiri di lapangan permainan dengan memegang sebuah bola takraw, ketika ada aba-aba “ya” maka testi mulai menimang bola dengan menggunakan kaki selama 60 detik.
3) Penilaian:
Skor yang dicatat adalah jumlah timangan bola selama 60 detik, yang dilakukan dengan pantulan bola, minimal setinggi bahu.
2. Passing
a. Tujuan:
Tes ini untuk mengukur keterampilan melakukan passing bola dalam permainan sepaktakraw.
b. Alat dan perlengkapan:
1) Alat-alat tulis
2) Bola takraw 10 buah
3) Lapangan permainan dengan petak-petak sasaran yang sudah diberi skor dengan bobot berdasarkan tingkat kesulitan.
c. Sasaran : Tes ini berlaku untuk anak-anak usia 10-15 tahun
d. Validitas : Validitas tes berupa Conten validity
f. Reliabilitas:
Reliabilitas yang digunakan adalah tes ulang (test re-test)
g. Prosedur Pelaksanaan:
1) Petugas:
Seorang pelempar bola, penghitung skor, dan pencatat skor.
144 m
1 3 4 5 4 3 1
2,50 m 3
2
1,50 m
Gambar 2 Tes Keterampilan Passing
Keterangan:
Tinggi tiang net : 1,44 meter
Tinggi tiang rintangan : 1,50 meter
Jarak tiang net ke tiang rintangan : 1,50 meter
2) Pelaksanaan Tes:
Testi berdiri di lapangan “di tempat Tekong” bola di lepar dari lapangan lawan. Setelah ada aba-aba “Ya” dari tester, maka testi lari ke ujung lapangan kanan belakang, dan kembali lagi ke kotak “tekong” untuk siap menerima bola dan memasing bola ke arah petak-petak sasaran yang telah di beri skor, untuk melakukan passing berikutnya, maka testi harus bergerak dulu ke pojok kiri dan siap lagi ke tempat “tekong” untuk melakukan passing. Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian dan berulang-ulang selama 10 kali passing. Testi boleh melakukan passing dengan meng-gunakan tungkai kaki maupun kepala.
3) Penilaian:
Skor yang dicatat adalah sesuai dengan skor yang tertera pada sasaran tempat jatuhnya bola. Apabila bola jatuh pada garis petak sasaran, maka skor yang dihitung adalah skor dengan sasaran yang memiliki skor lebih besar.
3. Service
a. Tujuan:
Tes ini untuk mengukur ketepatan melakukan service dalam permainan sepaktakraw.
b. Alat dan perlengkapan:
1) Alat-alat tulis
2) Bola takraw 10 buah
3) Lapangan permainan dengan petak-petak sasaran yang sudah diberi skor dengan bobot berdasarkan tingkat kesulitan.
144 m
3 2 3
3 1 3
5 4 5
Gambar 3 Tes Keterampilan Service
Keterangan:
Tinggi tiang net : 1,44 meter
c. Sasaran : Tes ini berlaku untuk anak-anak usia 10-15 tahun
d. Validitas : Validitas tes berupa Conten validity
f. Reliabilitas:
Reliabilitas yang digunakan adalah tes ulang (test re-test)
g. Prosedur Pelaksanaan:
1) Petugas:
Seorang pelempar bola, penghitung skor, dan pencatat skor.
2) Pelaksanaan Tes:
Testi berdiri di lapangan “di tempat Tekong” bola di lepar dari posisi “apit” kanan, kecuali yang kidal dapat dilakukan dari “apit” kiri, testi melakukan service ke lapangan lawan dan diarahkan pada petak-petak sasaran yang sudah di beri skor.
3) Penilaian:
Skor yang dicatat adalah skor yang tertulis dimana bola takraw jatuh pada petak sasaran. Bola yang jatuh tepat pada garis petak sasaran, skornya dihitung sesuai dengan sasaran yang memiliki skor lebih besar.
FORMAT REKAMAN DATA
MATAKULIAH TP TES DAN PENGUKURAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
Jenis Tes : …………………………… Satuan Pengukuran : …………………………..
Tempat Tes : …………………………… Hari/Tanggal : …………………………..
| No | Nama | Skor Hasil Tes | Keterangan | |
| I | II | |||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 | ||||
| 6 | ||||
| 7 | ||||
| 8 | ||||
| 9 | ||||
| 10 | ||||
| 11 | ||||
| 12 | ||||
| 13 | ||||
| 14 | ||||
| 15 | ||||
| 16 | ||||
| 17 | ||||
| 18 | ||||
| 19 | ||||
| 20 | ||||
| 21 | ||||
| 22 | ||||
| 23 | ||||
| 24 | ||||
| 25 | ||||
| 26 | ||||
| 27 | ||||
| 28 | ||||
| 29 | ||||
| 30 | ||||
Penanggung Jawab
KEGIATAN PERKULIAH
21 dan 24 APRIL 2009
LAKUKAN TES DAN PENGUKURAN KETERAMPILAN OLAHRAGA SESUAI DENGAN HASIL DISKUSI
- VALIDITAS
- RELIABILITAS